Home » , , » Setting CO Di Motor Injeksi Standard Pabrik

Setting CO Di Motor Injeksi Standard Pabrik

Sekarang ini motor dengan supply bahan bakar injeksi telah banyak berseliweran. Cukup beberapa pertanyaan yang masuk ke meja redaksi EM-Plus. Intinya perihal setingan enteng namun konon buat enak tarikan motor. Penyusunan kandungan gas atau lebih akrabdibilang karbon monoksida (CO). Rumusnya sih setting CO di motor injeksi standard pabrik lebih cocok.

“CO itu memanglah bisa ditata untuk ditammbah ataupun dikurangi, dari mulai +1 sampai -30 bergantung dari type motornya, ” tukas Tugiyo, Supervisor Yamaha Academy PT Yamaha Indonesia Motor Manufucuring (YIMM). Menurut teorinya, tiap-tiap menambahkan nilai CO sejumlah 1 poin bakal menaikkan debet semprotan bensin sejumlah 0, 05 cc begitupun demikian sebaliknya. Jadi tidak heran bila ada yang katakan, bila nilai CO dinaikan tenaga motor bakal jadi naik, tetapi dampaknya mengkonsumsi BBM jadi lebih boros.
Setting CO Di Motor Injeksi Standard Pabrik

“Belum pasti akhirnya seperti ini, ada banyak hal yang punya pengaruh dengan naik atau turunnya tenaga. Diantaranya kelembapan hawa, serta ciri-ciri ingindara, ” lebih Tugiyo yang asli wong Solo itu. Nah, kan mendingan setting CO di motor injeksi standard pabrik lebih cocok. Nah, untuk membuktikannya EM-Plus cobalah kerjakan pengetesan di atas mesin dyno. Memakai motor Yamaha New V-ixion Advance lansiran pada web www.bengkelinjeksi.com 2015 yang kilometernya masih tetap sedikit serta satu orang rider yang ngegas motor itu. Awal motor dirunning diatas mesin Sportdyno V3. 7, akhirnya didapat tanaga 17, 9 dk serta torsi 34, 48 nm.

Lantas setelah itu EM-Plus cobalah untuk menambah nilai CO jadi +3. Di ambil sampel nilai CO +3 lantaran rata-rata motor yang telah lakukan servis awal, nilai CO ada di antara +3 sampai +5. Cobalah dites, didapat hasil tenaga turun jadi 16, 9 dk serta torsi 43, 26 nm. Lantas dicoba lagi menambah nilai jadi +4 akhirnya tenaga turun lagi jadi 16, 4 dk serta torsi 28, 79 nm. “CO naik bisa mengakibatkan tenaga ataupun torsi motor turun pada motor standard pabrik. Hal semacam itu karena kombinasi bahan bakar jadi lebih kaya. Jadi motor memanglah merasa enak berakselerasi di putaran bawah, namun bakal merasa habis nafas di putaran atas, ” lebih Victoria Adhi Kusuma, Instruktur Yamaha Academy PT YIMM.

Masih tetap penasaran EM-Plus cobalah kerjakan hal demikian sebaliknya, yakni turunkan nilai CO jadi -3 serta -4. Akhirnya didapat untuk CO bernilai -3 yaitu tenaga sebesar 17, 5 ponsel serta torsi 33, 28 nm. Sedang untuk nilai CO -4 didapat tenaga 19, 3 dk dengan torsi 37, 35 nm. “Tenaga memanglah jadi semakin besar, tetapi dampaknya di putaran rendah motor batuk terasanya kekurangan bensin. Juga punya potensi untuk buat overheat, jadi kesimpulannya setingan pabrik memanglah telah paling cocok, ” tutup Victor yang bermukim di Bekasi, Jawa barat. Oh gitu ya silahkan deh setting CO di motor injeksi standard pabrik agar lebih cocok

Popular Posts